Jalan Tawang-Ngalang Ambles, Kendaraan Berat Dialihkan
![]() |
| Jalan Tawang-Ngalang Ambles, Kendaraan Berat Dialihkan |
Akibat amblesan ini, ruas jalan yang merupakan jalan baru alternatif Gunungkidul-Sleman ini ditutup sementara untuk kendaraan berat. Pengalihan arus dilakukan di simpang Bobung dan simpang Kepil. Kendaraan berat diimbau untuk menggunakan jalur lama Nglanggeran, jalur Jogja-Wonosari, atau jalur Sambi-Nglanggeran-Tawang.
Perbaikan amblesan dilakukan oleh sejumlah alat berat di sekitar jembatan Bobung, Putat, Patuk, yang menjadi lokasi amblesan. Estimasi perbaikan jembatan ini memakan waktu tiga hari.
Kanit Lantas Polsek Patuk Iptu Paryadi mengatakan, amblesan ini terjadi karena jembatan Bobung berada di posisi turunan, sehingga limpasan air hujan yang cukup deras dari arah Kepil mengarah ke lokasi tersebut.
"Kemungkinan karena hujan deras itu, lalu terjadi amblesan," kata Paryadi.
Selain di kawasan Jembatan Bobung, pihaknya juga melakukan pemantauan di jembatan Kedung Kandang. Di sana juga dilakukan penambalan aspal di sekitar jembatan.
Salah seorang warga Bobung, Surono mengatakan, amblesan terjadi sejak Minggu (21/1/2024). Warga yang menyaksikan amblesan semakin melebar, lalu berinisiatif menutup jalan.
"Semalam sekitar jam 17.30 WIB ditutup warga, mengantisipasi jika ada kendaraan yang minggir masuk ke jurang," kata dia.
Ruas jalan Tawang-Ngalang memiliki panjang 9,5 kilometer dan melewati lima padukuhan dan tiga kapanewon. Pembangunannya menggunakan Dana Keistimewaan sebesar Rp269 miliar. Jalan ini merupakan bagian dari koridor Prambanan-Gading yang memiliki total panjang 27,28 kilometer dan terdiri dari empat ruas jalan provinsi.
Pembangunan infrastruktur jalan ini merupakan upaya Pemda DIY meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, serta mengurangi kesenjangan antar wilayah. Jalan ini juga diharapkan bisa mengurangi beban jalan di Piyungan, yang selama ini menjadi akses utama menuju Gunungkidul.

IndiBiz (Bisnis)
Indihome
Tidak ada komentar