Relawan Ganjar-Anies Deklarasi Bersama untuk Menyelamatkan Bangsa
Diskusi yang bertajuk Political Economic Outlook 2024 ini menghadirkan beberapa narasumber, antara lain Eep Direktur Polmark Saefullah Fattah, Aktivis HAM Haris Azhar, Pengamat Ekonomi Faisal Basri, serta Direktur LP3ES Hadi R Purnomo. Acara ini juga dihadiri oleh influencer Dina Albens.
Eka Sastra, Direktur Nasional Relawan Program Gotong-Royong untuk Ekonomi Sejahtera dan Inklusif (Progresif), mengatakan bahwa diskusi ini merupakan bentuk kepedulian mereka terhadap nasib bangsa di masa depan. Ia menegaskan bahwa ini bukan soal siapa yang menang atau berkuasa, melainkan soal bagaimana Indonesia bisa menjadi lebih baik.
"Saatnya semua pihak fokus menatap nasib bangsa ini di masa depan. Ini bukan soal relawan. Bukan juga soal siapa menang. Bukan soal siapa berkuasa. Ini soal nasib Indonesia yang lebih baik di masa mendatang. Ini soal bangsa yang akan kita wariskan kepada generasi mendatang," ujar Eka.
Diskusi ini diinisiasi oleh tiga kekuatan relawan dari berbagai afiliasi berbeda, yaitu Relawan IndonesiAnies (yang mendukung Anies Baswedan), Relawan Progresif (yang mendukung Ganjar Pranowo), serta Jaga Demokrasi, yang merupakan koalisi masyarakat sipil dan aktivis mahasiswa di Jabodetabek.
Anshar, Koordinator Nasional Relawan IndonesiAnies, mengatakan bahwa diskusi ini bertujuan untuk mempertemukan relawan 00, 01, dan 03, yang merupakan nomor urut pasangan calon presiden dan wakil presiden di Pemilu 2024. Ia mengajak semua anak bangsa untuk kembali ke rel reformasi dan bergerak maju.
"Kami mengajak semua anak bangsa untuk kembali ke rel reformasi. Kita ingin bangsa ini bergerak maju, bukannya mundur ke belakang," kata Anshar.
Beberapa isu yang dibahas dalam diskusi adalah situasi politik kebangsaan, krisis moral yang kian parah di level pemerintah, harga-harga kebutuhan pokok yang kian melonjak, keterbatasan lapangan kerja, serta kekhawatiran Indonesia menjadi negara gagal.
Rencananya, diskusi ini akan menjadi gerakan yang bergulir di semua wilayah. Sebab semua anak bangsa di berbagai daerah juga merasakan hal yang sama, sehingga perlu untuk menghubungkan semua simpul gerakan dalam semangat yang sama.
"Di akhir diskusi semua pihak akan membuat deklarasi bersama untuk menyelamatkan bangsa. Deklarasi ini menjadi langkah awal untuk fokus pada substansi dan ikhtiar bersama yakni politik untuk Indonesia yang lebih baik," ucap Anshar.
Ia menambahkan bahwa mereka sepakat untuk tidak terjebak pada sentimen kelompok dan tetap mendengarkan nurani publik. Ia juga mengatakan bahwa ini bukan soal kelompok, melainkan soal kontribusi bagi bangsa.
"Kami bersepakat untuk tetap pada rel mendengarkan nurani publik. Sekali lagi ini bukan soal kelompok. Kami ingin memberi kontribusi bagi bangsa dengan cara menggelar duduk bersama dan mengabaikan soal siapa menang di Pilpres," pungkas Anshar.
Lihat juga video berikut:


IndiBiz (Bisnis)
Indihome
Tidak ada komentar