BMKG Siapkan Mobile Radar untuk Antisipasi Cuaca Ekstrem di Jawa Barat
SuaraYudha News - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengambil langkah antisipatif terhadap potensi cuaca ekstrem yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia selama puncak musim hujan. Salah satunya adalah dengan menempatkan satu unit Mobile Weather Radar di Stasiun Meteorologi Kertajati, Jawa Barat.
Mobile Weather Radar adalah alat pemantau cuaca yang dapat bergerak dan menghasilkan data radar cuaca dengan resolusi tinggi. Alat ini dapat membantu BMKG dalam memberikan informasi peringatan dini cuaca ekstrem, khususnya di wilayah Jawa Barat dan sekitarnya.
Menurut Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, Mobile Weather Radar telah ditempatkan di Stasiun Meteorologi Kertajati sejak tanggal 31 Januari 2024.
"Hal ini bertujuan untuk memantau perkembangan cuaca secara terkini di sekitar wilayah Jawa Barat dan sekitarnya," ujar Guswanto dalam siaran pers, Kamis (8/2/2024).
Guswanto menjelaskan, resolusi spasial data radar cuaca yang dihasilkan dari mobil radar tersebut mencapai 250 meter dengan resolusi temporal data sekitar 05-10 menit. Sementara itu, cakupan areanya hingga 120 km yang meliputi wilayah Bandung, Subang, Cirebon, Sumedang, Tasikmalaya, Banjar, Tegal, Indramayu, Kuningan, dan Purwakarta.
"Mobile Radar BMKG ini dapat dimanfaatkan untuk memberikan Aerodrome Warning bagi pesawat yang akan take off dan landing di Bandara Kertajati, selain itu produk Citra Radar yang dihasilkan dapat digunakan untuk meningkatkan layanan informasi peringatan dini cuaca ekstrem, khususnya di wilayah Jawa Barat dan sekitarnya," tutur Guswanto.
Guswanto menambahkan, langkah ini diambil sebagai respons BMKG terhadap kondisi dinamika atmosfer di wilayah Indonesia yang masih dapat memicu potensi cuaca signifikan di beberapa wilayah. Beberapa faktor yang mempengaruhi kondisi cuaca tersebut antara lain adalah aktivitas Monsun Asia, gelombang ekuator Rossby dan Kelvin, serta pola belokan dan pertemuan angin.
Berdasarkan analisis BMKG, sebagian wilayah yang perlu diwaspadai untuk potensi hujan intensitas sedang-lebat periode tanggal 9-14 Februari 2024 adalah Sumatra Barat, Jambi, Bangka Belitung, Sumatra Selatan, Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Papua Barat, dan Papua.
Guswanto mengimbau kepada pihak-pihak terkait untuk melakukan persiapan dalam menghadapi cuaca ekstrem, seperti memastikan kapasitas infrastruktur dan sistem tata kelola sumber daya air, melakukan penataan lingkungan, melakukan pemangkasan dahan dan ranting pohon, serta menguatkan tegakan/tiang dan papan reklame/baliho. Selain itu, Guswanto juga mengajak masyarakat untuk lebih mengintensifkan koordinasi, sinergi, dan komunikasi antar pihak terkait untuk kesiapsiagaan antisipasi bencana hidrometeorologi.
"BMKG terus berupaya untuk memberikan informasi cuaca yang akurat, cepat, dan tepat kepada masyarakat. Kami mengharapkan kerjasama dan partisipasi dari semua pihak untuk bersama-sama menjaga keselamatan dan kesejahteraan masyarakat di tengah kondisi cuaca yang dinamis ini," pungkas Guswanto.

IndiBiz (Bisnis)
Indihome
Tidak ada komentar