Header Ads

Iklan Mu

Waspada Antraks, Kemenkes Imbau Peternak di Gunungkidul

Waspada Antraks, Kemenkes Imbau Peternak di Gunungkidul

SuaraYudha News - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengeluarkan surat edaran yang mengimbau semua Dinas Kesehatan dan fasilitas kesehatan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kejadian antraks pada manusia dan mengantisipasi penyebaran antraks ke daerah lain.

Apa itu Antraks?
Antraks adalah penyakit zoonosis yang disebabkan oleh bakteri Bacillus anthracis. Meskipun biasanya menjangkiti hewan, penyakit antraks juga bisa menyerang manusia. Penyakit ini umumnya menyerang hewan herbivora seperti sapi, kambing, dan domba, yang kemudian dapat menular ke manusia.

Bagaimana Penularannya?
Bakteri penyebab antraks membentuk spora yang sangat tahan terhadap kondisi lingkungan dan bahan kimia tertentu. Spora ini dapat bertahan di tanah selama lebih dari 40 tahun. Antraks dapat menular ke hewan ternak dan manusia melalui dua cara:

1. Konsumsi Hewan Ternak: Manusia bisa terinfeksi jika mengkonsumsi daging hewan ternak yang terjangkit antraks.
2. Luka pada Tubuh: Bakteri dapat langsung masuk ke tubuh manusia melalui luka pada kulit.

Tindakan Pencegahan:
Untuk mencegah penularan, perlu dilakukan beberapa tindakan:
- Penguburan atau Pembakaran: Hewan yang mati akibat penyakit ini harus dibakar atau dikubur untuk mencegah penularan. Tidak boleh dibedah atau disembelih.
- Vaksinasi: Melakukan vaksinasi pada hewan ternak.
- Kontrol Lalu Lintas Hewan Ternak: Memastikan hewan ternak tidak berpindah-pindah secara bebas.
- Tindakan Disposal pada Hewan Terinfeksi: Mengelola dengan baik hewan yang terinfeksi.

Secara nasional, Kementerian Pertanian (Kementan) telah mengalokasikan kegiatan pencegahan antraks. Meskipun penyakit ini tidak dapat dibebaskan, langkah-langkah pencegahan dapat membantu mengendalikannya.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.