Musim Kemarau di Yogyakarta Diprediksi Mulai Bulan Mei
SuaraYudha News - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta memprediksi wilayah DIY akan memasuki musim kemarau pada bulan Mei mendatang.
Meskipun begitu, beberapa wilayah diprediksi masih akan diguyur hujan pada periode tersebut.
Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta Reni Kraningtyas menjelaskan, sebagian besar wilayah DIY diprediksi mulai berkurang intensitas hujannya pada Dasarian I bulan Mei.
Namun, beberapa wilayah seperti Sleman bagian utara, Kulonprogo bagian utara, Gunungkidul bagian tengah, dan Gunungkidul bagian Selatan, kemungkinan baru memasuki musim kemarau pada Dasarian III bulan Mei.
Reni mengungkapkan, meskipun sudah memasuki musim penghujan, beberapa wilayah di Yogyakarta merasakan suhu panas seperti kemarau.
Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, seperti angin udara yang kering, cuaca cerah, posisi matahari yang tepat di atas Pulau Jawa, dan kondisi berawan tanpa hujan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Perikanan dan Pangan Sleman Suparmono menyampaikan, pihaknya fokus menggejot produksi padi selama musim penghujan ini.
Ketika menjelang musim kemarau, Kabupaten Sleman diharapkan dapat melakukan panen raya padi.
Namun, panen padi berpotensi mundur hingga dua bulan karena imbas kemarau panjang.
Saat ini, produksi beras di Sleman tergolong cukup rendah, dengan capaian panen padi di bulan Februari hanya sebesar 1.000 hektare, menghasilkan sekitar 3.800-4.000 ton beras.
Kebutuhan beras di Sleman dua kali lipat dari angka tersebut, sehingga menyebabkan kelangkaan beras.

IndiBiz (Bisnis)
Indihome
Tidak ada komentar