Anies Baswedan Janji Turunkan Biaya Hidup Rakyat dengan Tiga Strategi
Suara Yudha News - Anies Baswedan, calon presiden nomor urut satu, memiliki ambisi untuk menurunkan biaya hidup rakyat Indonesia jika terpilih dalam pemilu presiden 2024. Ia mengaku mendengar banyak keluhan dari masyarakat tentang biaya hidup dan biaya produksi yang tinggi saat berkampanye di berbagai daerah.
Menurut Anies, biaya hidup dan biaya produksi adalah dua hal yang sangat berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, ia menawarkan tiga strategi untuk menyelesaikan masalah tersebut, yaitu memperbaiki tata kelola pangan, mengembangkan 40 kota, dan mendorong reindustrialisasi.
Memperbaiki Tata Kelola Pangan
Strategi pertama yang diusulkan Anies adalah memperbaiki tata kelola pangan. Ia menyebut bahwa kebutuhan pangan adalah pengeluaran terbesar bagi keluarga Indonesia, mencapai 51 persen dari total pengeluaran keluarga. Angka ini jauh lebih besar dibandingkan dengan negara-negara tetangga.
"Jadi salah satu yang utama adalah memperbaiki tata kelola pangan. Kita harus memastikan bahwa pangan yang tersedia adalah pangan yang berkualitas, aman, sehat, dan terjangkau. Kita harus mengurangi ketergantungan pada impor pangan dan meningkatkan produksi pangan lokal. Kita harus memberdayakan petani, nelayan, dan pelaku usaha pangan lainnya dengan memberikan bantuan, fasilitas, dan insentif," kata Anies dalam Dialog Capres bersama Kadin Indonesia, di Jakarta, Kamis (11/1/2024).
Mengembangkan 40 Kota
Strategi kedua yang ditawarkan Anies adalah mengembangkan 40 kota di Indonesia. Ia menjelaskan bahwa hal ini bukan berarti membangun kota baru, melainkan meningkatkan kualitas kota-kota yang sudah ada. Tujuannya adalah untuk menciptakan pusat-pusat pergerakan perekonomian yang baru dan mengurangi ketimpangan antar wilayah.
"Ini bukan bikin kota baru, kalau bikin kota baru agak lama, disini banyak developer, punya pengalaman bikin kota baru, kita gak bikin kota baru, kita upgrade kota supaya pusat pergerakan perekonomian itu bertambah, tadi kita lihat ketimpangan yang terjadi," ujar Anies.
Anies mencontohkan beberapa kota yang akan dikembangkan, seperti Samarinda, Makassar, Manado, Palembang, dan Medan. Ia mengatakan bahwa kota-kota ini memiliki potensi besar untuk menjadi kota maju yang setara dengan Jakarta. Ia juga berjanji akan memperhatikan aspek lingkungan, sosial, dan budaya dalam pengembangan kota.
Mendorong Reindustrialisasi
Strategi ketiga yang dipromosikan Anies adalah mendorong reindustrialisasi. Ia menganggap bahwa Indonesia perlu melakukan industrialisasi lagi, seperti yang pernah dilakukan pada masa Orde Baru. Ia melihat bahwa ada banyak peluang untuk melakukan industrialisasi di berbagai wilayah Indonesia.
"Ketiga, kita ingin mendorong reindustrialisasi kita harus melakukan industrialisasi lagi sebagaimana pernah kita kerjakan karena kesempatan itu di berbagai wilayah indonesia itu sangat terbuka luas," ungkapnya.
Anies menekankan bahwa industrialisasi yang dimaksud adalah industrialisasi yang berbasis pada sumber daya alam dan sumber daya manusia lokal. Ia juga menjamin bahwa industrialisasi yang dilakukan akan ramah lingkungan dan berorientasi pada ekspor. Ia berharap bahwa dengan industrialisasi, Indonesia bisa meningkatkan nilai tambah, produktivitas, dan daya saing.
Janji Kasih Kredit Mikro untuk Diplomasi Kebudayaan
Selain tiga strategi tersebut, Anies juga memiliki janji lain yang berkaitan dengan usaha kecil dan mikro. Ia mengusulkan agar usaha kecil dan mikro turut terlibat dalam promosi kebudayaan Indonesia ke kancah internasional. Ia menyiapkan skema kredit untuk jenis usaha tersebut.
Anies mengatakan, hal itu untuk mendorong usaha kecil dan usaha mikro untuk memiliki peran dalam diplomasi kebudayaan Indonesia. Ia berpandangan bahwa kebudayaan Indonesia adalah aset yang sangat berharga dan harus dikenalkan kepada dunia.
"Lalu disiapkan kredit yang memungkinkan bagi usaha kecil mikro untuk menjadi bagian dari diplomasi kebudayaan Indonesia," kata Anies dalam Debat Capres 2024 di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (7/1/2024).
Anies mencontohkan beberapa usaha kecil dan mikro yang bisa berpartisipasi dalam diplomasi kebudayaan, seperti usaha kerajinan, kuliner, fashion, dan seni. Ia mengklaim bahwa usaha-usaha tersebut memiliki nilai estetika dan khasanah yang kaya. Ia juga berjanji akan memberikan kemudahan dalam permodalan dan akses pasar internasional bagi usaha kecil dan mikro.
"Kemudahan didalam permodalan, kemudahan mengakses pasar internasional, itu semua dilakukan supaya seluruh jajaran bisa terlibat didalam kampanye diplomasi kebudayaan Indonesia," ungkap Anies.



IndiBiz (Bisnis)
Indihome
Tidak ada komentar