Apple Tiru Android, iPhone Bisa Pasang Aplikasi di Luar App Store
![]() |
| Foto: REUTERS /ALY SONG |
SuaraYudha News - Apple, perusahaan teknologi raksasa yang terkenal dengan sistem operasi iOS yang tertutup, akhirnya mengalah dan mengikuti jejak Android. Mulai tahun depan, pengguna iPhone di Eropa bisa mengunduh dan memasang aplikasi dari sumber lain selain App Store.
Keputusan ini diambil Apple untuk memenuhi regulasi baru Uni Eropa yang disebut Digital Markets Act (DMA). Regulasi ini bertujuan untuk mencegah praktik monopoli dan memberikan pilihan lebih banyak kepada konsumen.
Apple sebelumnya menolak keras untuk membuka iOS kepada aplikasi pihak ketiga. Alasannya, hal itu akan mengancam privasi dan keamanan pengguna. Namun, Apple tidak punya pilihan lain selain menyesuaikan diri dengan aturan baru yang akan berlaku pada 7 Maret 2024.
Tidak hanya Apple, perusahaan teknologi lain seperti Meta, yang merupakan induk usaha dari Facebook, Instagram, dan WhatsApp, juga harus melakukan penyesuaian. Meta mengumumkan akan memberikan opsi lebih banyak kepada pengguna untuk menikmati layanannya.
Langkah Apple dan Meta ini mendapat tanggapan positif dari para pengembang aplikasi, yang selama ini merasa dirugikan oleh kebijakan App Store. App Store mengenakan biaya komisi sebesar 30 persen untuk setiap transaksi di dalam aplikasi. Beberapa pengembang bahkan menggugat Apple dengan nilai mencapai US$ 1 miliar.
Dengan adanya fitur sideloading, pengembang aplikasi bisa menawarkan produk mereka tanpa harus melalui App Store. Salah satu contohnya adalah Epic Games, yang membuat game populer Fortnite. Epic Games berencana meluncurkan toko aplikasi sendiri di iPhone dan iPad, setelah sebelumnya diblokir oleh Apple.
Fitur sideloading juga memberikan kebebasan kepada pengguna untuk memilih aplikasi yang mereka inginkan, tanpa harus terbatas oleh App Store. Misalnya, pengguna bisa memilih mesin pencari, browser, atau dompet elektronik yang berbeda dari yang disediakan oleh Apple.
Namun, fitur sideloading juga membawa risiko tersendiri. Pengguna harus lebih berhati-hati dalam mengunduh aplikasi dari sumber yang tidak resmi, karena bisa saja mengandung malware, virus, atau program jahat lainnya. Pengguna juga harus memperhatikan izin akses yang diminta oleh aplikasi, karena bisa saja melanggar privasi atau mengambil data pribadi.
Apakah fitur sideloading akan membuat iPhone lebih baik atau lebih buruk? Apakah Anda tertarik untuk mencobanya? Bagikan pendapat Anda di kolom komentar di bawah ini.

IndiBiz (Bisnis)
Indihome
Tidak ada komentar