Header Ads

Iklan Mu

Bahaya Meninggalkan Amar Makruf Nahi Mungkar

AKIBAT MENINGGALKAN AMAR MAʼRUF NAHI MUNGKAR
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Huzhaifah bin Al-Yaman

عَنْ حُذَيْفَةَ بْنِ الْيَمَانِ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَتَأْمُرُنَّ بِالْمَعْرُوفِ وَلَتَنْهَوُنَّ عَنِ الْمُنْكَرِ أَوْ لَيُوشِكَنَّ اللَّهُ أَنْ يَبْعَثَ عَلَيْكُمْ عِقَابًا مِنْهُ ثُمَّ تَدْعُونَهُ فَلَا يُسْتَجَابُ لَكُمْ

Dari Huzhaifah bin Al-Yaman dari Nabi shallallahu'alaihi wasallam, beliau bersabda:” Demi dzat yang jiwaku ditangan-Nya hendaknya engkau melakukan amar ma’ruf dan nahi munkar, atau jika tidak Allah hampir mengirim azabnya, kemudian engkau berdo’a tetapi tidak dikabulkan”(HR At-Tirmidzi dan Ahmad).

Nabi shallallahu'alaihi wasallam mengingatkan umat Islam tentang bahaya meninggalkan amar makruf nahi mungkar. Beliau bersabda bahwa Allah akan mengirim azab kepada mereka yang tidak melakukan amar makruf nahi mungkar, dan doa mereka tidak akan dikabulkan.

Amar makruf nahi mungkar adalah kewajiban umat Islam untuk menyeru kepada kebaikan dan mencegah dari kemungkaran. Hal ini merupakan salah satu tema yang berkaitan dengan Al-Quran, seperti dalam surat Ali Imran ayat 104

وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma`ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung” (QS. Ali Imraan : 104).

yang menyatakan bahwa orang-orang yang melakukan amar makruf nahi mungkar adalah orang-orang yang beruntung.

AKIBAT MENINGGALKAN AMAR MAʼRUF NAHI MUNGKAR
Selain itu, amar makruf nahi mungkar juga memiliki keutamaan yang besar, yaitu selamat dari adzab Allah dan memperoleh ridha dan surga-Nya, seperti dalam surat Al A'raf ayat 165

فَلَمَّا نَسُوا مَا ذُكِّرُوا بِهِ أَنْجَيْنَا الَّذِينَ يَنْهَوْنَ عَنِ السُّوءِ وَأَخَذْنَا الَّذِينَ ظَلَمُوا بِعَذَابٍ بَئِيسٍ بِمَا كَانُوا يَفْسُقُونَ

“Maka tatkala mereka melupakan apa yang diperingatkan kepada mereka, Kami selamatkan orang-orang yang melarang dari perbuatan jahat dan Kami timpakan kepada orang-orang yang zalim siksaan yang keras, disebabkan mereka selalu berbuat fasik”(QS. Al A'rof :165).

Amar makruf nahi mungkar juga berfungsi sebagai penjagaan bumi agar tidak menjadi sarang kejahatan, seperti dalam surat Hud ayat 116-117.

فَلَوْلَا كَانَ مِنَ الْقُرُونِ مِنْ قَبْلِكُمْ أُولُو بَقِيَّةٍ يَنْهَوْنَ عَنِ الْفَسَادِ فِي الْأَرْضِ إِلَّا قَلِيلًا مِمَّنْ أَنْجَيْنَا مِنْهُمْ وَاتَّبَعَ الَّذِينَ ظَلَمُوا مَا أُتْرِفُوا فِيهِ وَكَانُوا مُجْرِمِينَ وَمَا كَانَ رَبُّكَ لِيُهْلِكَ الْقُرَى بِظُلْمٍ وَأَهْلُهَا مُصْلِحُونَ

“Maka mengapa tidak ada dari umat-umat yang sebelum kamu orang-orang yang mempunyai keutamaan yang melarang daripada (mengerjakan) kerusakan di muka bumi, kecuali sebahagian kecil di antara orang-orang yang telah Kami selamatkan di antara mereka, dan orang-orang yang zalim hanya mementingkan kenikmatan yang mewah yang ada pada mereka, dan mereka adalah orang-orang yang berdosa. Dan Tuhanmu sekali-kali tidak akan membinasakan negeri-negeri secara zalim, sedang penduduknya orang-orang yang berbuat kebaikan”(QS Hud : 116-117).


Oleh karena itu, umat Islam harus berjamaah dan membuat jaringan yang kokoh dalam menghadapi para penyeru ke api neraka. Umat Islam juga harus aktif dalam berdakwah dan amar makruf nahi mungkar, serta tidak hanya menjadi pelengkap penderita saja. Umat Islam juga harus berhati-hati dengan konsekuensi tidak melakukan amar makruf nahi mungkar, yaitu azab Allah dan doa yang tidak dikabulkan.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.